A. Gambaran Umum
Secara geografis Desa Halangan merupakan salah satu desa di Kabupaten Tabalong yang terletak di wilayah selatan, tepatnya di Kecamatan Pugaan yang berjarak 25 km dari pusat kota Tanjung (ibu kota kabupaten Tabalong). Dan berjarak 205 km arah utara dari kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan).
Adapun Batas-Batas Desa Halangan sebagai berikut :
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sei Rukam II Kecamatan Pugaan
Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Pugaan Kecamatan Pugaan
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sei Rukam I dan Desa Pugaan Kecamatan Pugaan
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Tamunti Kecamatan Pugaan.
Luas wilayah Desa Halangan hanya mencapai 95 ha atau 0,95 km persegi yang terbagi atas 4 (empat) wilayah Rukun Tetangga dengan gambaran/sketsa sebagai berikut:
Sebagian besar wilayah desa Halangan merupakan dataran rendah yang didominasi oleh lahan sawah/danau sehingga bidang pertanian dan perkebunan menjadi potensi utama di desa ini, selain itu juga letak Desa Halangan yang dilalui oleh jalan lintas provinsi dan penghubung antara Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tabalong serta jalan utama menuju Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah menjadikan membuat potensi bidang perdagangan sangat berpeluang untuk tumbuh pesat.
B. Sejarah Singkat Desa Halangan
Sejarah terbentuknya Desa Halangan pada awalnya daerah ini termasuk dalam desa Sei Rukam yang dulunya masih masuk wilayah kecamatan Kelua Kabapuaten Tabalong. Seiring dengan terjadinya pemekaran Kecamatan Kelua pada tahun 1986 menjadi 3 kecamatan, yaitu Kelua, Banua Lawas, dan Pugaan. Maka dipandang perlu untuk memekarkan kembali desa yang ada di wilayah kecamatan Pugaan, sehingga terbentuklah Desa Halangan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1986.
Sulit untuk menemukan bukti-bukti sejarah dari asal usul diambilnya Nama “HALANGAN” sebagai nama desa. Yang beredar dimasyarakat hanyalah cerita dari mulut kemulut yang memiliki beberapa versi, versi pertama menyebutkan “HALANGAN” berasal dari kata “HALANG” (Bahasa Banjar) yang artinya Burung Elang, dimana pada zaman dulu daerah ini hanyalah hutan dan sedikit persawahan serta banyak sekali ditemukan burung elang beterbangan kesana kemari.
Kemudian Versi kedua, versi yang lebih sering didengar dan diceritakan oleh orang tua terdahulu menyebutkan “HALANGAN” berasal dari kata “BAHALANGAN” (bahasa banjar) yang artinya “terhalang oleh sesuatu” atau “sesuatu yang membuat tidak terjadi, terkendala, atau gagal”. Menurut cerita orang-orang terdahulu, pada masa penjajahan jepang sungai merupakan jalur transportasi utama kala itu, sebagai jalan masuk kapal-kapal Jepang dari arah hilir (banjarmasin) menuju hulu (tanjung). Di daerah sinilah sering ditemukan kayu besar yang tumbang kesungai, dan menghalangi kapal-kapal penjajah sehingga tidak bisa lewat. Sebagian sengaja ditebang oleh para pejuang supaya menutup akses ke kawasan ini. Karena seringnya kawasan ini tidak bisa dilewati lalu muncullah istilah “Jangan lalu, disitu bahalangan”, seiring waktu berlalu daerah ini lalu dikenal dengan sebutan “HALANGAN”
Sebelum terbentuknya Desa Halangan nama “HALANGAN” sudah lama dipakai untuk menyebut sebuah kawasan pertanian (baruh) di daerah ini. Untuk mempermudah masyarakat sekitar mengingatnya maka dijadikanlah nama baruh tersebut menjadi sebuah nama Desa yaitu Desa Halangan hingga saat ini.